Pelangi tidak bersendirian.

Pelangi.
Indahmu terletak pada warnamu,
Tidak terlalu terang, tidaklah terlalu malap,
Hadirmu dinanti-nanti,
Membawa seribu satu kegembiraan.

Pelangi.
Dirimu hadir tidak keseorangan,
Hujan turun membasahi bumi,
Kadang, diselangi ribut petir.
Ku kira, mengapa ia terjadi.
Rupanya Dia ingin menghadiahkan dikau kepadaku.

Perit untuk menerima hujan,
Jika hati tidak yakin adanya pelangi selepas itu.

Pedih untuk melalui hujan,
Jika tidak mengerti mengapa ianya turun.

Hujan turun untuk kamu yang tabah.
Hujan turun tanda ingatan Dia untukmu yang alpa.
Hujan turun membasahi hati yang gersang.

Jangan bilang mahu mencapai pelangi,
tanpa adanya hujan.

Jangan bilang pelangi akan muncul,
kalau tidak mahu dibasahi hujan.

Hujan di sana berbeda dengan yang di sini,
Jumlahnya, titisannya tidak pernah kan sama.

Jangan dibanding kurangnya hujan, banyaknya pelangi,
kerna kita bukan berada di tempat yang sama.

Jangan ditunggu pelangi kan muncul,
kalau diri tidak berani meredahi hujan.

Ayuh!
Redahi hujan.
Langkahilah dengan penuh pengharapan.
Hati-hati,
Jangan tergelincir.

Pandang ke hadapan.
Tumpulah sepenuhnya jalan yang berhujan.
Kerna di sana menanti sebuah pelangi yang indah.

Ya Allah, kuatkan kami. Kuatkan kami untuk terus berusaha. Kuatkan kami untuk terus melangkah. Tenangkan hati kami yang resah. Damaikan hati kami yang gelisah. Yakinkan kami akan kasih sayangmu. Tunjukkan kami jalan yang penuh Engkau redhai. Kurniakan kami kejayaan yang Engkau redhai. Hanya kepada Engkau, kami bergantung harap.

# Semangat itu dariNya. Maka, pohonlah.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s